Seminar Nasional Pendidikan Agama Islam Era 4.O

Sebagai agenda rutin untuk mengawali semester genap tahun akademik 2018-2019, pada tanggal 5 April 2019 Program Studi Pendidikan Agama Islam Berwawasan Interdisipliner Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet Mojokerto mengadakan seminar Nasional. Dengan mengusung Tema Pendidikan Agama Islam Era 4.0 Prodi PAI berhasil mendatangkan Prof. Dr. Kamrani Buseri, MA dan Dr. Sembodo Ardi Widodo, M.Ag.

Dalam sambutannya, KH Dr. Mauhibur Rokhman, Lc., MIRKH selaku Rektor IKHAC menyampaikan bahwa “..Kehadiran Institut Pesantren KH Abdul Chalim di Pacet Mojokerto Jawa Timur ini sebagai blue print Perguruan Tinggi Islam di Indonesia karena, keberadaannya akan menjadi penanda ketika disebut Perguruan Tinggi Islam Indonesia maka langsung terbersit dan tertuju pada Institut Pesantren KH Abdul Chalim”.

Gus Mauhibur Rokhman menegaskan “sudah saatnya kita kembalikan kejayaan keilmuan Islam berskala dunia dan terlahir dari Indonesia” Pungkasnya yang disambut tepuk tangan seluruh peserta seminar.

Bapak Rahmat, M.Pd.I selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam juga memberikan sambutannya yang mana menurut beliau, tema Pendidikan Agama Islam Era 4.0 menggambarkan keadaan Prodi PAI IKHAC saat ini. Sebab Prodi PAI IKHAC sebagaimana dalam visinya telah menegaskan yang pada intinya ingin merealisasikan penghargaan terhadap kajian pendidikan Islam Indonesia dengan analisis berwawasan interdisipliner. Harapannya, lulusan program studi PAI IKHAC akan menjadi sarjanawan yang unggul, utuh, dan berakhlak mulia sehingga mampu bersaing dan bertahan dalam dinamika perkembangan dunia pendidikan Islam serta dapat mengolah setiap perubahannya.

Apa yang dipaparkan dan menjadi harapan dari Institut Pesantren KH Abdul Chalim dan Program Studi Pendidikan Agama Islam Berwawasan Interdisipliner tersebut diamini oleh Prof. Dr. Kamrani Buseri, MA dan Dr. Sembodo Ardi Widodo, M.Ag. Menurut beliau berdua, perlu terus ada upaya mendorong reformasi masif di tubuh pendidikan Islam. Reformasi ini diperlukan agar pendidikan Islam mampu menjawab tantangan dan tuntutan zaman yang terus mengalami perubahan. Selain itu, juga sigap memberikan tawaran solutif kepada pendidikan Islam dalam menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Sebagaimana diketahui bersama, bahwa era 4.0 membawa dampak yang luas dalam segala lini kehidupan, tak terkecuali dalam bidang pendidikan. Era yang melahirkan fenomena disruption ini menuntut dunia pendidikan Islam untuk turut menyesuaikan diri. Lulusan pendidikan Islam kini dihadapkan pada tantangan, tuntutan, dan kebutuhan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Sehingga perlu dilakukan pembaruan dan inovasi terhadap sistem, tata kelola, kurikulum, kompetensi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, budaya, etos kerja, dan lain-lain. Jika tidak demikian, pendidikan Islam akan semakin tertinggal dan usang. Oleh karena itu, perlu dicari langkah-langkah kongkrit bagi pendidikan Islam agar mampu tetap bersaing di era disrupsi ini. Langkah solutifnya adalah dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan akhlak mulia. 

Pernyataan yang sangat menarik dilontarkan oleh Prof. Dr. Kamrani Buseri, MA, menurut beliau mahasiswa yang saat ini akan dan sedang studi di Prodi PAI Institut Pesantren KH Abdul Chalim sungguh telah berada on the right place and on the right way. Prodi PAI berwawaan Interdisipliner IKHAC merupakan jawaban dan solusi menghadapi era 4.0.

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.