AICIS 2021; Dosen S1 Prodi PAI IKHAC Lolos Seleksi

MOJOKERTO – Sejak 5 tahun terakhir, dosen Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) Mojokerto, selalu lolos seleksi untuk mengikuti Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS). Kali ini 4 peserta dari dosen IKHAC Mojokerto yang lolos seleksi.

Adapun keempat dosen tersebut adalah Dr Muslihun Lc MFil I, Dr Rahmat MPdI, Limmatus Sau’da SThI MHum, dan Imam Syafi I MKom I.  Keempat dosen itu termasuk yang diumumkan namanya oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam sebagai peserta AICIS ke-20 tahun 2021.

AICIS sendiri merupakan suatu konferensi tahunan bertaraf internasional tentang kajian Islam yang digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

Ketua LPPM IKHAC Mojokerto Dr Muslihun Lc MFil I mengatakan, perhelatan ilmiah bergengsi ini diikuti oleh peserta dari para akademisi yang diseleksi secara ketat.

“Peserta yang lolos, nantinya akan memaparkan makalah-makalah hasil riset multidisiplin tentang kajian Islam di dunia,” kata dosen IKHAC Mojokerto yang sudah ketiga kalinya mengikuti AICIS ini.

Dia menjelaskan, peserta AICIS ke-20 ini nantinya akan mempresentasikan makalah secara daring dan luring. Adapun lokasi pelaksanaan konferensi tersebut akan

“Peserta yang lolos, nantinya akan memaparkan makalah-makalah hasil riset multidisiplin tentang kajian Islam di dunia,” kata dosen IKHAC Mojokerto yang sudah ketiga kalinya mengikuti AICIS ini.

Dia menjelaskan, peserta AICIS ke-20 ini nantinya akan mempresentasikan makalah secara daring dan luring. Adapun lokasi pelaksanaan konferensi tersebut akan diselenggarakan di Kota Semarang, yang awalnya direncanakan akan digelar di Kota Bengkulu.

Muslihun mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti konfrensi ini. “Alhamdulillah, saya diberikan kesempatan ketiga kalinya mengikuti konferensi tingkat internasional yang diselenggarakan kementerian agama. Acara tahunan ini sebagai ajang temu pemikiran para dosen dari berbagai kampus PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam),” ujarnya.

Syarat utama mengikuti konferensi akademik ini, menurut Muslihun, harus mengirimkan paper yang telah diseleksi secara ketat oleh panitia AICIS.

“Selain bisa berkarya tulis dan bertukar pikiran dengan para akademisi, saya juga mendapatkan pengalaman ilmu yang cukup banyak terkait isu-isu internasional. Berangkat dari pengalaman ini saya bisa membangun kerangka pemikiran baru untuk selalu belajar memberikan sumbangan karya tulis ilmiah seputar studi keislaman kontemporer,” ungkap kandidat Doktor Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta ini.

Tidak kalah membanggakannya, Rahmat, peserta kedua dari IKHAC Mojokerto, mengungkapkan bahwa keikutsertaan dalam konferensi internasional AICIS tahun ini merupakan pengalaman perdananya berkat dukungan IKHAC Mojokerto. Rahmat yang merupakan selaku Ketua Program Studi S1 PAI IKHAC mengatakan, kampus tempatnya mengabdi memberikan kepercayaan diri tersendiri untuk mengambil peran sebagai Chair dengan menggaet tiga anggota kepenulisan.

Ketiga penulis itu adalah Prof Dr H Agus Solahuddin, Guru Besar Universitas Merdeka Malang, Umi Salamah MPdI, KaProdi PAI STAI Ma’had Aly Al-Hikam Malang, dan Mohammad Rohmanan, dosen UIN Maliki Malang, dengan mengusung tema “New Normal Sebagai Representasi Pergeseran Paradigma Perguruan Tinggi Islam di Tengah Pandemi Covid-19”.

Peserta dari dosen IKHAC Mojokerto selanjutnya adalah Limatus Sau’da, yang selalu aktif berkarya dan mengikuti konferensi-konferensi ilmiah. Ia pun mengungkapkan kegembiraannya bisa lolos seleksi AICIS 2021.

“Alhamdulillah, selalu menyenangkan bisa berpartisipasi di konferensi-konferensi Islamic Studies, terlebih AICIS. Di sini kita bisa belajar, saling sharing ide dan hasil penelitian dengan para guru, kesempatan mengembangkan diri, silaturahim akademik, dan tentunya juga memperkenalkan institusi kita. Mohon doa dari semuanya, semoga ICIS 2021 lancar dan berkah,” kata Kaprodi Ilmu Quran Tafsir (IQT) Fakultas Dakwah dan Ushuluudin IKHAC ini.

Ungkapan kebahagiaan juga disampaikan oleh Imam Safii, dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IKHAC Mojokerto ini. Imam mengaku pernah tidak lolos seleksi AICIS di tahun 2019. Namun hal tersebut tidak membuatnya putus asa, ia terus mencoba untuk menjajal kemampuannya dalam karya tulis ilmiah di AICIS kali ini.

“Untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, kita harus senantiasa mencoba dan mencoba. Baru kita akan tahu akan kemampuan kita. Saya teringat juga dengan salah satu motivasi dari salah satu kawan di IKHAC, monggo dicoba saja pak Imam (ikut kompetisi penelitian) tujuannya adalah untuk menjajal kesaktian kita,” ungkap dosen yang terkenal humoris ini.

Dengan lolosnya 4 dosen Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) Mojokerto dalam konferensi AICIS ini, Imam berharap semoga kedepannya dosen-dosen IKHAC semakin kompetitif khususnya dalam bidang penulisan karya ilmiah, baik di tingkat nasional maupun internasional. (*)

 

File terkait; LINK

Artikel ini sebelumnya telah terpublis di timesindonesia; https://www.timesindonesia.co.id/read/news/347244/lagi-empat-dosen-ikhac-mojokerto-lolos-seleksi-aicis-ke20?fbclid=IwAR0nIUv5xbKKADIIKiGopahn4d-p5YUhEpkTERxrM9g_2Gu7gXIVb42WnpM

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.