NGOBARI #1

  1. “Urgensi Pemahaman Tradisi Masyarakat dalam Perspektif Islam”

Tradisi merupakan kebiasaan turun-temurun yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Tidak sedikit tradisi yang kini masih bertahan di masyarakat. Namun, tidak sedikit pula tradisi masyarakat yang berseberangan atau mungkin bertentangan dengan ajaran agama islam.
Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai generasi muda dalam menyikapinya? Serta bagaimana mempertahankan tradisi yang sudah ada tanpa mengesampingkan nilai-nilai agama?

Melestarikan tradisi yang ada merupakan suatu keharusan bagi generasi muda, tetapi perlu adanya batasan ketika tradisi tersebut bisa di katakan bertolak belakang dengan nilai-nilai dan ajaran islam. Ketika menemui fenomena semacam itu kita sebagai pemuda harus tegas dalam membatasi diri. Maka implementasi yang bijak di lakukan yaitu Cukup dengan mengikuti alurnya atau tetap melestarikan tanpa perlu melibatkan keimanan atau dalam kata lain mempercayai.
Kita boleh mempelajarinya karna tradisi menjadi bagian dari budaya yang sudah selayaknya dilestarikan, dengan catatan hal tersebut dilakukan sebagai bentuk menghormati serta menghargai tanpa harus kita yakini.

Berbicara tentang tradisi, tak sedikit juga tradisi baik yang ada hubungannya dengan nilai-nilai agama islam. Seperti kita ambil contoh _”tahlilan”_ ada yang menarik tentangnya, ternyata tradisi bisa dikorelasikan dengan nilai-nilai agama islam. Sebagai contoh tahlilan untuk orang meninggal pada tradisi Jawa ternyata memiliki maksud untuk bershodaqoh, untuk menjalin silaturahmi, dan mengajak untuk berdzikir bersama, serta melatih dan juga membiasakan diri untuk membaca kalimat _Tayyibah_ , seperti Lailahailallah, _Subhanallah_ , _Astaghfirullah_ dll. Yang mana kalimat tersebut berguna menjelang kematian dan menjadi amal baik kita nantinya. Sebagaimana sabda Nabi,

عَنْ مُعَاذَ بْنِ جَبَلٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga”.

Pustaka :
Nurhaliza, Amien. 2021. “Penjelasan Hadits ‘Mengucapkan La Ilaha Illallah maka Masuk Surga”,
https://islam.nu.or.id/ilmu-hadits/penjelasan-hadits-mengucapkan-la-ilaha-illallah-maka-masuk-surga-SdyNr, diakses pada 18 Desember 2022 pukul 02.00

2 Komentar pada “NGOBARI #1”

  1. Excellent to the point article and news.. Well appreciated, My sites: OKBET is PAGCOR Licensed Online Gaming in PH

  2. Dear ikhac.ac.id administrator, Your posts are always a great source of knowledge.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.