S1 PAI IKHAC; Skripsi Yang Baik Adalah Yang Diujikan!

Mojokerto, di penghujung bulan Maret 2021, S1 Program Studi Pendidikan Agama Islam Berwawasan Interdisipliner Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) melaksanakan ujian skripsi untuk mahasiswa angkatan 2017. Tepatnya, terdapat 6 (enam) mahasiswa yang terjadwal mengikuti seminar skripsi pada hari baik—hari Rabu tersebut. Mereka adalah, 1) Dinda Zulaikhah, 2) Rokhmatin Nazilah, 3) Gandung Handixa Mustofa, 4) Nuril Ainun Nadliroh, 5) Aurista Sheftia, dan 6) Siti Ainun Jariyah.

Keenam mahasiswa tersebut terhitung masih menempuh semester 8 (depalan), hal ini berarti hanya tiga tahun setengah mereka telah menuntaskan studi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) di IKHAC. Sungguh prestasi yang sangat membanggakan, begitu kiranya komentar yang dilontarkan oleh Ketua Program Studi S1 PAI yakni Dr. Rahmat, M.Pd.I yang juga dalam ujian skripsi kali ini 2 (dua) dari mahasiswanya turut diuji dalam seminar skripsi. Bahkan satu dari mahasiswinya itu yakni Rokhmatin Nazilah melaksanakan ujian skripsi secara virtual, dikarenakan dalam keadaan hamil muda sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan ujian skripsi secara offline di kampus sebagaimana lima teman lainnya.

Tidak kalah menyita perhatian audiens—mahasiswa adik tingkat yang mengikuti jalannya ujian adalah Ibu Nuril Ainun Nadliroh mahasiswi asal Mojokerto. Ibu dari dua orang anak ini berhasil menyelesaikan skripsinya dengan sangat cepat meskipun telah berkeluarga, dan hal ini merupakan motivasi tersendiri bagi adik-adik tingkat yang sedang proses studi dan tentunya kelak akan melaksanakan ujian proposal hingga skripsi, demikianlah komentar pembimbing skripsi ibu Nuril yakni bapak Husnur Rofiq, M.Pd.I. Meskipun tidak menangis haru, namun wajah Ibu Nuril yang lelah karena berusaha tetap tegar dan kuat menjalani seabrek ritual perkuliahan akhirnya tuntas—terbayar lunas dengan dilaksanakannya ujian skripsi. Kunci sukses Ibu Nuril dalam menyelesaikan skripsi adalah menjadikan perkuliahan dan penulisan tugas akhir sebagai kebutuhan bukan kewajiban sehingga dalam menjalani studi S1 PAI tidak merasakan aktivitas tersebut sebagai beban melainkan sebagai tanggungjawab yang muliah dan harus segera diselesaikan agar dapat memberikan manfaat lebih kepada siapa dan di mana saja. Tegas ibu yang terkenal enerjik dan senantiasa sumringah.

Sehingga, mengutip penuturan Bapak KaProdi, Dr. Rahmat, M.Pd.I dalam penutupan ujian skripsi, beliau menyampaikan bahwa skripsi yang baik, adalah skripsi yang diujikan bukan yang selesai. Sebaik apapun tugas akhir atau skripsi meskipun selesai ditulis apabila belum diuji dalam seminar skripsi tidak memiliki arti atau tepatnya belum lengkap keberartiannya. Dan semoga berawal dari keenam mahasiswa ini, kelak semua mahasiswa PAI dapat menyusul untuk menyelesaikan tugas akhirnya dan diwisudah bersama-sama. Sukses dan berkah mahasiswa angkatan 2017. Aamiin.

1 Comment

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.